Lakukan 5 Tips Ini Jika Ingin Pernikahan Langgeng Hingga Akhir Hayat

iklan

 

Bagi Umat Islam, hari kiamat diyakini akan datang. Walaupun tidak ada seorangpun tahu kapan hari kiamat tersebut akan datang.

Datangnya kiamat diawali dengan tiupan terompet dari Malaikat Israfil atas perintah-Nya. Terompet ini ditiup sebanyak tiga kali.

Tiupan pertama terjadi guncangan di langit dan bumi. Tiupan kedua membuat semua makhluk hidup mati. Ketiga barulah manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mendapatkan pengadilan tertinggi.

Nah meski tidak ada yang mengetahui kapan kiamat datang, namun ternyata terompet sangkakala tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil dan hanya tinggal menunggu perintah Allah SWT.

Abu Hurairah berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Jarak antara kedua tiupan itu adalah empat puluh”

“Ya Abu Hurairah, apakah empat puluh itu?” tanya sahabat.

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah

“Apakah empat puluh bulan?” tanya sahabat

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah

“Apakah empat puluh tahun?” tanya sahabat lagi

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah. “Kemudian Allah menurunkan hujan, maka tumbuhlah manusia seperti pepohonan. Ketika itu tubuh anggota tubuh manusia rusak, kecuali sebuah tulang, yaitu tulang punggung bagian bawah (ekor). Dari tulang itulah manusia dihimpun kembali bentuknya kelak pada hari kiamat ” (HR.Syaikhoin)

Ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hisab). (QS. az-Zumar: 68).

Meski tidak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan datangnya, namun Nabi Muhammad SAW mengabarkan jika waktunya sudah dekat. Bahkan, kini terompet tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil.

Abu Sa’id ra. Mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda “Bagaimana aku dapat merasakan nikmat, sebab malaikat pemegang sangkakala sudah memasukan sangkakala (ke mulutnya). Dan Ia pasti akan langsung meniup sangkakala itu, jika telah mendengar perintah untuk meniupnya,”

Para sahabat yang mendengarkan merasa takut, lalu Rasulullah SAW bersabda “Ucapkanlah, Cukupkanlah Allah sebagai penolong kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Hanya kepada Allah lah kami bertawakkal (berserah diri).” (HR. Tirmidzi)

Lantas, bagaimana dengan kita yang hidup 1400 tahun setelah Nabi? Bukankah kedatangan kiamat semakin dekat lagi? Semoga, kita masih bisa diberi kesempatan menambah pundi-pundi amal, sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang kekal.

iklan