Detik- Detik Jenazah Anak Penghafal Alquran Memegang Erat Tangan Ayahnya

  

Sebuah video yang diunggah ke laman media sosial facebook baru-baru ini mendapatkan perhatian luas dari kalangan netizen.


Akun Facebook @ZARIMA telah mengunggah video detik-detik pemakaman seorang bocah lelaki di negara Afghanistan.


Dimana Ketika akan dimakaman sesuatu peristiwa mengejutkan terjadi.


Berawal dari sekumpulan orang yang tengah melakukan aksi pemakaman terhadap jenazah anak lelaki tersebut.


Sebelumnya berdasarkan informasi yang dituliskan, jika anak lelaki itu merupakan seorang hafidz Alquran.


Dimana ia harus tewas alias mati syahid setelah menjadi korban keganasan bom yang disebut dijatuhkan oleh tentara Amerika.


Kendati informasi belum bisa dipastikan secara pasti kebenarannya.


Sementara itu,Di Video tersebut suara tangisan dan ucapan takbir mewarnai aksi pemakaman.


Tak kala para pelayat telah menyiapkan liang kubur dan siap memasukan jenazah.


Disinilah peristiwa mengejutakn itu terjadi, tangan jenazah dari anak lelaki tersebut tiba tiba memegang erat tangan ayahnya.

Sontak melihat kejadian ini semua keluarga dan pelayat lainnya menangis haru.


Video ini pun telah dibagikan hampir 40 ribu kali di media sosial facebook.


Dimana banyak netizen yang memberikan komentarnya mengenai peristiwa tersebut.


Jadi Militan ISIS, Bocah 11 Tahun Asal Indonesia Ini Tewas Terkena Ledakan Bom


Hatf Saiful Rasul berusia 11 tahun saat dia mengatakan kepada ayahnya, seorang militan Islam yang sudah dijatuhi pidana, bahwa dia ingin meninggalkan sekolah dan pergi ke Suriah untuk memperjuangkan Negara Islam.


Anak laki-laki tersebut mengunjungi ayahnya di sebuah penjara keamanan maksimum saat istirahat dari Ibnu Mas’ud, pesantrennya, Syaiful Anam mengungkapkan dalam esai 12.000 kata tentang putra dan agamanya yang dipublikasikan secara online.


“Awalnya, saya tidak merespon dan menganggapnya hanya lelucon seorang anak,” tulisnya. “Tapi itu menjadi berbeda ketika Hatf menyatakan kesediaannya berulang kali.”


Hatf mengatakan kepada ayahnya beberapa teman dan guru dari Ibnu Mas’ud telah pergi untuk memperjuangkan Negara Islam dan “menjadi syahid di sana”, Anam menulis.


Jadi Militan ISIS, Bocah 11 Tahun Asal Indonesia Ini Tewas Terkena Ledakan Bom


Anam setuju untuk membiarkannya pergi, mencatat dalam esainya bahwa sekolah tersebut dikelola oleh “kawan yang berbagi ideologi kita”.


Hatf pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada tahun 2015, bergabung dengan sekelompok pejuang Prancis


Reuters berbicara dengan tiga pejabat kontra-terorisme di Indonesia yang mengkonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut memang pergi ke Suriah.


Hatf adalah satu dari sekurang-kurangnya 12 orang dari pesantren Ibnu Mas’ud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan berdirinya negara Islam.


Dia berusaha untuk pergi ke sana, antara tahun 2013 dan 2016.


Sedikitnya 18 orang lainnya terkait dengan sekolah tersebut telah dihukum, atau ditangkap, untuk plot dan serangan militan di Indonesia, termasuk tiga serangan paling mematikan di negara tersebut dalam 20 bulan terakhir.


Jumadi, juru bicara Ibnu Mas’ud, membantah sekolah tersebut mendukung ISIS atau kelompok Islam militan lainnya, atau mengajarkan interpretasi ekstrim atau ultra-kekerasan terhadap Islam.


Ibnu Mas’ud adalah satu dari sekitar 30.000 pesantren, atau pesantren, di seluruh Indonesia.


Sebagian besar mendidik siswa dalam Islam dan mata pelajaran lainnya, namun beberapa terkait dengan ekstremisme dan bertindak sebagai pusat rekrutmen, kata polisi dan pejabat pemerintah Indonesia.


 


Ya Allah, mati kan kami dalam keadaan syahid Ya Allah. Aamiin Aamiin Yaa Rabb.


 


 


 


 


Sumber bangka .tribunnews .com