Kesaksian Aa Gym Usai Lihat Jenazah Syekh Ali Jaber: Demi Allah Wajahnya Bersih dan Tersenyum


 Jakarta - Aa Gym adalah salah satu ulama yang terpukul atas kepergian sahabatnya, Syekh Ali Jaber. Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid itu pun menyempatkan diri melayat ke Rumah Sakit Yarsi, Jakarta.


Lewat Instagramnya, Aa Gym memberi kesaksian setelah melihat langsung kondisi jenazah Ali Jaber. Menurutnya, wajahnya sangatlah berseri.


"Alhamdulillah beberapa saat lalu sudah berjumpa dengan almarhum. Alhamdulillah Aa jadi saksi beliau wajahnya bersih dan tersenyum, sungguh," kata Aa Gym di media sosialnya itu pada Kamis (14/1/2021).


BACA JUGA

Kenangan Syekh Ali Jaber Bersama 7 Artis Tanah Air yang Sempat Diabadikan

Gus Miftah Ungkap Janji Syekh Ali Jaber yang Belum Terlaksana

Viral, Pesan Syekh Ali Jaber Saat Dengar Berita Kematian: Ucap Alhamdulillah

2 dari 4 halaman

Pejuang Covid-19

Syekh Ali Jaber

Perbesar

[Foto: Instagram Aa Gym]

Aa Gym dan Syekh Ali Jaber kebetulan juga pernah sama-sama berjuang melawan Covid-19. Waktunya pun hampir bersamaan.


"Hanya beda satu hari dengan Aa, beliau hari Minggu kenanya, Aa hari Senin. Tapi beliau lebih dirindukan Allah, demi Allah wajahnya bersih dan tersenyum. Senyum banget, senyum banget," kata dia.



3 dari 4 halaman

Doakan

Kronologi Meninggalnya Syekh Ali Jaber

Perbesar

Foto Syekh Ali Jaber Credit: dream.co.id

Ia meminta masyarakat untuk mendoakan Syekh Ali Jaber juga semua keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberi ketabahan.


"Dan semoga wafatnya beliau betul-betul wafat yang dimuliakan, doakan keluarganya, keturunannya, dan juga ummat supaya kita semua bisa mengambil hikmah dan kebaikan yang beliau sampaikan," tuturnya.


4 dari 4 halaman

Mencari Husnus Khotimah

Aa Gym juga mengingatkan umat muslim untuk selalu berbuat baik sehingga dapat meninggal dalam keadaan yang baik pula.


"Dan semoga kebaikan yang kita bisa lakukan yang syariatnya lewat ilmu beliau mengalirkan pahala. Semangatlah untuk selalu mencari husnul khotimah. Karena kesuksesan kita bukan dari apa yang kita miliki tapi seperti apa akhir hayat kita," tutupnya.