Pekerjaan Abidzar Disindir Warganet, Umi Pipik Beri Jawaban Telak

  

Putra sulung mendiang Ustaz Jefri Al Buchori, Abidzar Al Ghifari belakangan menjadi sorotan lantaran pekerjaannya. Hal tersebut membuat sang ibu, Umi Pipik angkat bicara.

Abidzar Al Ghifari diketahui memutuskan terjun ke dunia hiburan dan menjadi aktor. Abidzar juga mengunggah fotonya saat berada di depan pura Hindu dengan mengenakan pakaian khas adat Bali.

Umi Pipik kemudian menanggapi banyaknya komentar miring dari warganet perihal Abidzar.

Lewat laman Instagram pribadinya, Umi Pipik menyoroti berbagai komentar warganet yang mengkritik profesi putra sulungnya.

Salah satunya bahkan menganjurkan Abidzar untuk alih profesi lantaran menjadi artis dianggap sulit menunaikan sholat lima waktu.

Umi Pipik pun memberikan tanggapan bijak. Ia menjelaskan bahwa menjadi artis belum tentu buruk.

Ibu empat anak tersebut juga mengingatkan agar warganet tidak bersikap suudzon dan merendahkan profesi orang lain.

“Jangan pernah memandang rendah semua pekerjaan sebagai artis itu buruk… Anda tidak berada di sana kan… Mereka ada sela break saat adzan saat waktu ibadah jadi baik sangka jangan suudzon dan memandang rendah orang lain.” kata Umi Pipik dikutip dari Hops.id–jaringan Suara.com, Minggu (28/3/2021).

Lebih lanjut, Umi Pipik juga membela Abidzar dengan memberikan tanggapan sebagaimana berikut.

Dalam caption, Umi Pipik berterima kasih atas banyaknya kritik serta nasihat yang disampaikan warganet.

Kendati begitu, ia menekankan tentang perbedaan ilmu dan iman. Menurutnya, orang yang berilmu tidak boleh sombong hingga merendahkan ataupun berburuk sangka kepada orang lain.

“Terimakasih atas kritikannya, nasehat, pujian doa di postingan foto anak saya..semoga Allah berkahi kalian semua… ilmu dan iman itu mmg beda tempatnya… ilmu adanya di otak kita , semua punya ilmu… dan iman adanya di hati , mengimani Allah di dlm hati bahwa Allah maha melihat Allah maha mendengar Allah maha pemgampun, ilmu juga harus diselaraskan dgn iman , jgn sampai yg berilmu merasa sombong dgn ilmunya dan dgn mudah menilai merendahkan bahkan buruksagka tdp orang lain…” ujar Umi Pipik.