Perjuangan Seorang Nenek, Keliling Jualan Gorengan di Usia 81 Tahun Demi Sesuap Nasi

  

Beliau rela banting tulang di usia senja demi bisa bertahan hidup dengan suaminya.

Tak semua orang bisa menikmati masa tuanya dalam keadaan damai dan berkecukupan serta dikelilingi oleh keluarganya yanag tercinta. Nenek berikut ini harus banting tulang dan berusaha mencari uang di usianya yang sudah mencapai 81 tahun.

Dilansir dari laman kitabisa.com, beliau adalah Nenek Painah yang sehari-harinya jualan gorengan keliling. Tentunya bukan hal mudah membawa bakul yang berisikan gorengan sambil berjalan kaki di usianya yang sudah senja tersebut.

Beliau biasanya menjual sebanyak 100 biji gorengan setiap harinya. Beliau pun akan diberikan upah Rp10 ribu kalau dagangannya sudah habis terjual tetapi tentunya beliau harus berkeliling dulu ke sana ke mari untuk menjajakan dagangannya.

Nenek Painah harus menjadi tulang punggung untuk keluarganya karena suaminya sudah tak kuat berjalan. Beliau pun harus banting tulang di usia yang sudah sangat tua ini demi bisa bertahan hidup dan memberi makan suaminya.

Terkadang beliau merasakan sakit dan nyeri di tubuhnya karena harus berjalan sambil menggendong dagangannya. Selain itu, kemampuan pendengaran dan penglihatan beliau sudah berkurang serta tubuhnya tak sekuat dulu lagi, tetapi beliau tak pernah patah semangat dan tetap berusaha mencari uang.

Tak cuma itu, Nenek Painah dan suaminya pun tinggal di sebuah rumah gubuk yang sudah reyot. Dindingnya sudah banyak berlubang dan rumahnya pun hampir roboh. Tiap malam, keduanya harus menahan udara dingin yang masuk dari celah-celah lubang tersebut.