Menikah Beda Agama, Pengantin Wanita Ini Tampil Berhijab di Gereja

 



Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan pernikahan beda agama yang terjadi di Semarang. Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @linlinngapak yang kemudian viral, tampak pasangan itu melangsungkan pernikahan di sebuah gereja di Semarang.

Tampak pula, dalam video tersebut, mempelai wanita mengenakan busana pengantin berwarna putih dan dilengkapi dengan hijab. Kedua tangannya juga terlihat membawa buket bunga. Sementara, mempelai pria mengenakan setelan jas hitam. Mereka juga tampak didampingi oleh keluarga masing-masing

Sontak saja hal ini menjadi sorotan dan menuai beragam komentar dari warganet. Ramainya pemberitaan terkait hal tersebut, konselor pernikahan Nurcholis menjadi saksi pernikahan keduanya membagikan momen pernikahan tersebut di laman Facebooknya. Berikut selengkapnya.

Melakukan Pemberkatan dan Akad

Nurcholis mengatakan bahwa proses pernikahan beda agama tersebut tidaklah mudah. Dikatakannya bahwa pasangan kekasih yang yang menikah di Semarang tersebut harus melakukan konsultasi selama 2 tahun, sebelum dapat diputuskan menikah.

Perbedaan Itu Menyatukan, Bukan Memisahkan. Dua tahun lalu sejoli ini komunikasi dan kemudian bersama ortu pihak perempuan bertemu dengan saya. Setelah itu ada lika-liku dan dinamika diantara keluarga mereka.," ujarnya seperti dilansir Merdeka.com dari akun  Facebook Ahmad Nurcholish pada (09/03).

Karena kedua mempelai memiliki agama yang berbeda, Nurcholis mengatakan bahwa pasangan ini melakukan akad dan pemberkatan di Gereja St. Ignatius Krapyak.

"Tapi hari ini alhamdulillah, puji Tuhan keduanya menyatu dalam.pernikahan. Tadi pagi saya dampingi mereka utk pemberkatan nikah di gereja. Setelah itu, jelang siang dilanjutkan dg akad nikah." lanjutnya.

Lebih lanjut, Nurcholis juga menjelaskan bahwa dirinya telah banyak menikahkan pasangan beda agama. Pengantin beda agama yang tak diketahui identitasnya ini adalah pasangan ke 1.424.  

Tak hanya sampai di situ, ia juga berpendapat bahwa perbedaan agama tak seharusnya menjadi halangan bagi pasangan untuk membangun rumah tangga.


SUMBER ; merdeka.com