Supardi Sampaikan Pesan Perpisahan setelah Sempat Bawa Persib Bandung Dua Kali Juara



ZFN,  Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir memberikan sinyal akan hengkang dari Persib Bandung saat Liga 1 berakhir dan Persib finish di urutan 2.

Sinyal perpisahan Supardi itu seperti terlihat di unggahan Instagramnya yang sudah centang biru, @supardinasir.

"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh. 2012-2015, 2017-2022. Terima kasih Persib dan Bobotoh," kata Supardi.

Sejumlah pemain Persib turut berkomentar di kolom komentar unggahan Supardi itu.

"Mashaallah legend, syekh," kata Mohammed Rashid.

Beckham Putra juga turut berkomentar.

"Sukses dan sehat selalu bang haji," kata Beckham Putra.

Sosok Supardi Nasir

Ambisius, berpengalaman, dan loyal. Tiga kata itu pantas disematkan Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir Bujang.

Di usianya ke 38 tahun, Supardi masih sanggup bermain di kompetisi level tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.

Pada umumnya, di usia Supardi sekarang, pemain sepak bola profesional sudah memikirkan untuk pensiun dan menikmati waktu bersama keluarga tercinta.

Namun bagi Supardi, selama kaki dan otot-ototnya masih sanggup berlari, dia belum akan pensiun. Bahkan dia pernah menyebut, ingin membawa Persib juara lagi seperti pada musim 2014.

"Ketika tim ini (Persib) membutuhkan tenaga saya, saya berharap saya bisa main di sini lagi saya berharap. Saya ingin mengakhiri karier dengan keinginan juara lagi. Bukan hanya sekali, tetapi dua, tiga kali. Saya ingin juara lagi bersama Persib Bandung," ujar Supardi belum lama ini.

Datang pada musim 2012 ketika Persib dilatih oleh pelatih legendaris, Djajang Nurdjaman, Supardi langsung mendapatkan tempat di posisi bek kanan.

Pada musim itu, Supardi mencatatkan 33 kali penampilan. Aksi-aksi larinya di sayap kanan Maung Bandung, jadi tontonan yang menarik dan menakjubkan.

Penampilan terbaiknya terjadi pada musim 2014. Di musim tersebut, Supardi membawa Persib menjadi juara Indonesia Super League 2014. Hebatnya lagi, dia menjadi salah satu penendang adu penalti yang sukses menjalankan tugasnya dengan baik di partai final saat menghadapi Persipura Jayapura.

Sejak saat itu, namanya begitu dicintai oleh publik sepak bola Bandung khususnya oleh para bobotoh. Bahkan sejak saat itu pulalah, posisi bek kanan Persib menjadi miliknya bertahun-tahun bahkan hingga saat ini.

Prestasi yang diberikan Supardi untuk Persib tidak berhenti sampai di situ. Di Piala Presiden edisi pertama pada tahun 2015, Persib keluar sebagai juara pertama setelah sukses mengalahkan Sriwijaya FC di partai final.

Namun namanya sempat dicap buruk oleh bobotoh ketika Supardi memutuskan untuk hengkang ke Sriwijaya FC pada ajang ISC A 2016. Supardi bersama beberapa rekannya di Persib seperti M Ridwan, Achmad Jufriyanto dan Firman Utina memutuskan untuk hengkang.

Keputusan itu tentu saja cukup mengejutkan lantaran Supardi Nasir dan ketiga rekannya yang lain merupakan tulang punggung Persib dalam tiga tahun terakhir. Berbagai spekulasi pun muncul tentang kepindahan Supardi kala itu.

Hanya saja, kecintaan Supardi kepada Persib sangat besar. Dia akhirnya kembali berseragam Persib pada musim 2017 ketika Liga 1 untuk pertama kalinya resmi bergulir. Seperti ditakdirkan bermain untuk Persib, posisi bek kanan tetap dimiliki oleh pemain yang identik dengan nomor punggung 22 itu.

Kendati kala itu Persib memiliki bek muda potensial dalam diri Henhen Herdiana, Supardi selalu menjadi pilihan utama pelatih. Bahkan ketika regulasi dari PSSI yang mewajibkan 3 pemain U-23 harus masuk starting line up, Supardi tetap menjadi pilihan utama.

Di musim itu juga Supardi kerap kali dimainkan sebagai pemain sayap kanan. Di Liga 1 2017, total penampilan Supardi cukup tinggi yakni 25.

Penampilannya memang tidak selalu bagus. Ada kalanya dia harus menerima kritikan kala Persib bermain buruk. Apalagi sejak musim 2018, dia resmi menjabat sebagai kapten tim berdampingan dengan legenda hidup Persib, Atep.

Di musim tersebut, Supardi nyaris membawa Persib kembali juara saat mampu menjadi pemuncak klasemen di putaran pertama. Namun sanksi dan penurunan performa tim secara keseluruhan, Persib akhirnya harus gagal menjadi juara.

Pada tahun itu juga menjadi musim paling produktif selama berseragam Persib. Supardi mampu menciptakan tiga gol dan bermain sebanyak 27 kali.

Kedatangan Robert Alberts pada musim 2019 pun tak membuat posisinya goyah. Dia tetap menjadi pilihan utama dengan catatan 31 penampilan. Di Liga 1 2020 sebelum dihentikan karena pandemi virus corona, Supardi tetap menjadi pilihan utama Robert dengan catatan tiga kali penampilan.

SUMBER ; TRIBUNNEWS. COM