Tak Hanya Persib, Persija Juga Diduga Mainkan Sepak Bola Gajah Lawan PSS, Persipura: Kami Tidak Buta

 


ZFN, BANDUNG - Tak hanya Persib Bandung, Persija Jakarta pun disorot oleh Persipura Jayapura setelah tim berjuluk Mutiara Hitam itu degradasi ke Liga 2.

Persija juga dituding melakukan sepak bola gajah di pekan terakhir Liga 1 2021/2022.

Di laga tersebut Persija kalah 0-2 dari PSS Sleman.

Persija menurunkan skuad lokal dalam laga tersebut.

Tak ada pemain asing yang diturunkan.

Sejumlah pemain yang kerap jadi starter disimpan di bangku cadangan seperti Osvaldo Haay dan Andritany.

Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) mengatakan pihaknya akan mengirim surat secara resmi kepada PSSI untuk meminta adanya investigasi dua laga di pekan ke-34 Liga 1 2021/2022.

Manajemen Persipura menilai ada indikasi praktek sepak bola gajah di dua laga tersebut yang perlu diinvestigasi oleh otoritas sepak bola Indonesia.

Dua laga tersebut yaitu Persija Jakarta vs PSS Sleman dan Barito Putera vs Persib Bandung.

BTM juga mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan ke publik terkait kronologi serta sikap PT Liga Indonesia Baru (LIB) sehingga tidak hadirnya Persipura Jayapura saat menghadapi Madura United pada 21 Februari 2022 lalu.

“Saat ini konsentrasi kami adalah bersurat secara resmi kepada federasi (PSSI) melalui badan yudisialnya untuk melaporkan dan meminta dilakukan investigasi atas dua pertandingan di pekan ke-34,” kata BTM sapaan akrabnya dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Senin (4/4/2022) sore.

Menurut BTM, bukan hanya pihaknya yang merasa janggal dengan dua laga tersebut tetapi hampir sebagian publik sepak bola Indonesia berpendapat yang sama.

“Bukan hanya kami, tetapi publik juga menduga adanya pelanggaran fair play dan juga dugaan pelanggaran regulasi di sana, kita semua tidak buta, dan kita juga bukan orang yang baru tahu sepak bola, jelas ada hal yang aneh di sana,” ujarnya.

“Reaksi publik atas kejanggalan kedua pertandingan tersebut dapat terlihat dari status dan komentar di berbagai media sosial,” ujarnya. 

Kemudian, kata BTM, terkait adanya niat gugatan dari pengacara Pieter Ell dan tim hukum, manajemen Persipura menghargainya.

 “Kami sampaikan terima kasih atas kepeduliannya dan respek atas niat tersebut. Kalau dilihat dua pertandingan itu memang patut dicurigai atau diduga terjadi kesengajaan yang melanggar azas fair play dan profesionalitas,” kata BTM.

“Juga diduga dilakukan oleh oknum personel klub atau mungkin klubnya, apakah ini adalah cermin sepak bola Indonesia? Inikah wajah sepak bola Indonesia? Semoga bukan. Untuk itulah perlu dilakukan investigasi,” ujarnya.

Manajemen Persipura, kata BTM, akan terus mencari keadilan dan juga untuk membantu PSSI menjaga integritas sepak bola Indonesia.

“Kalau federasi (PSSI) benar-benar ingin menjaga integritas sepak bola mereka pasti akan membantu dan mendukung hal ini,” ujarnya.

BTM mengatakan, manajemen Persipura menghormati dan menghargai PSSI sebagai rumah dan federasi, tapi manajemen juga harus berjuang untuk mendapatkan keadilan.

“Mungkin ini akan sedikit panjang, karena bila tidak dapatkan rasa keadilan itu, kami akan pergi pada tingkatan yang lain. Termasuk saat ini sedang kami bangun komunikasi dengan pengacara luar untuk kemungkinan melaporkan ke FIFA (Federation International de Football Association) atau CAS (Court of Arbitration for Sport),” ujar BTM.