Rayakan Idul Adha, Umuh Muchtar Kurban 7 Ekor Sapi


 

ZFN, BANDUNG - Komisaris Persib, Umuh Muchtar merayakan hari raya Idul Adha 1443 Hijriah dengan menyembelih tujuh ekor sapi. Idul Adha tahun ini juga berbeda dari biasanya, karena untuk kali ini dia memperingatinya di kediamannya di Desa Ciluluk, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.


Biasanya dia dan keluarga berkumpul di rumahnya yang berlokasi di kawasan Kiaracondong. Tapi lantaran ada permintaan dari warga sekaligus menggelar syukuran atas mesjid yang baru dibangun, kali ini dia merayakannya di Ciluluk bersama warga.

“Saya di sini 15 tahun tapi belum pernah solat ied, Idul Fitri, Idul Adha di sini. Jadi masyarakat di sini minta untuk sekali-sekali di sini. Sekalian saya habis bangun mesjid meskipun belum selesai semuanya tapi bisa dipakai solat ied. Alhamdulillah lah sisa sedikit tinggal beres-beres,” ujarnya ketika diwawnacara.


Umuh juga mengatakan ada makna besar dari hari raya Idul Adha. Yang mana ini merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang didapat dan memaknai frasa ikkhlas. Dirinya belajar berbagi kepada sesama manusia dan dalam hal ini berupa daging kurban dari hewan yang disembelih.


“Makna Idul Adha ini sangat besar sekali, ini katakan mungkin masyarakat ada yang engga pernah kebeli daging, anggap satu tahun sekali kita bisa berbagi di kurban ini. Ini juga bukan hanya orang tidak mampu saja yang dibagi, tapi juga orang mampu juga tetap kita bagi, karena itu sahabat, kita ingat dengan sahabat dan terdekat itu kan tetangga kita perhatikan,” ujar Umuh.


Total Umuh berkurban tujuh ekor sapi dan terbagi di beberapa lokasi. Tiga di antaranya disembelih di Desa Ciluluk. Diakui olehnya bahwa pencarian hewan kurban sedang sulit karena sedang marak penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.


“Jadi situasi sekarang kan mencari sapi juga sulit, ada PMK. Tahun ini tujuh, (tahun) kemarin kan gampang cari sapi. Jadi kita bagi di gang desa tiga, di sini tiga, di luar juga ada,” terang pria yang akrab disapa Pak Haji tersebut.


Tiga sapi yang disembelih pun diatasnamakan Umuh beserta warga Ciluluk yang juga karyawan di rumahnya. Selain itu ada pula nama tokoh masyarakat yang terlibat. “Itu ada atas nama pekerja di sini, karyawan yang di sini. Nama bapak dan para karyawan dan tokoh masyarakat di sini. Tiga itu kita atas namakan keluarga dan karyawan,” tukas dia.

#SUMBER: TRIBUNJABAR. ID